Postingan

Panglima Perang Dari Negeri Meureudu

Gambar
Foto : Makam Panglima Malem Dagang di Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya. Kerajaan Sahe atau Sanghela yang berada di Kawasan Ule Gle dan Meureudu, untuk mengetahui keberadaan para pendiri dan penduduk kerajaan Sahe/Sanghela tersebut, informasi dari asal-usul kerajaan Poli/Pedir di Kabupaten Pidie sekarang mungkin bisa membantu, karena keberadaan negeri Meureudu dan negeri Pedir keduanya tidak bisa dipisahkan. Pada masa kesultanan Aceh Darussalam negeri Meureudu telah bergabung dan menjadi negeri yang bebas pajak hal itu karena kenegerian Meureudu menjadi lumbung padi bagi wilayah kesultanan Aceh. Kunjungan Sultan Iskandar Muda ke negeri Meureudu dalam sebuah hikayat Malem Dagang yang ditulis oleh Teungku Chik Pante Geulima, ulama besar negeri Meureudu. Hikayat itu mengisahkan sejarah penyerangan Sultan Iskandar Muda ke tanah Semenanjung Melayu (Malaysia). Menurut H.M. Zainuddin dalam tulisannya “ Aceh dalam Inskripsi dan Lintasan Sejarah ”. Sebelum Islam mas...

Teungku Syik Pante Geulima Panglima Dari Dayah

Gambar
Foto : Dayah Tua peninggalan Tgk Syik Pante Geulima di Gampong Meunasah Lhok, Kec Meureudu, Kab Pidie Jaya. Pasang surut semangat para pejuang Aceh mencuat menghadapi perang besar yang berkepanjangan dengan Belanda sejak 26 Maret 1873-1904. Seakan-akan Belanda sudah di ambang kemenangan, namun pertempuran masih terus berlangsung hingga tahun 1914. Hal ini menjadi perhatian para ulama Aceh, salah satunya ulama besar Teungku Chik Pante Geulima. Syaikh Ismail atau yang lebih dikenal dengan lakab Teungku Chik Pante Geulima adalah tokoh panglima perang sekaligus sastrawan, beliau lahir di Gampong Blang Meureudu pada 1254 H / 1839 M. Anak dari Teungku Chik Pante Ya`kub, pendiri Pusat Pendidikan Islam "Dayah Tinggi Pante Geulima Meureudu bersama Teungku Chik Haji Nyak Ngat pada 1801 M". Menurut Prof. Ali Hasjmy, jika ditelusuri garis keturunannya ternyata bermuara kepada Sultan Kerajaan Aceh Darussalam yang ke-10 yaitu Sultan Sayyidil Mukamil. Silsilahnya adalah sebagai berikut: Teu...

Teungku Syik di Coeh, Ulama Aceh Keturunan Gujarat

Gambar
Foto : Makam  Syaikh Muhammad Sultan Shahib atau lebih dikenal dengan sebutan lakab Teungku Syik di Coeh, Gampong Pulo Gajah Mate, Mukim Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Ketika Islam melakukan eksvansi Eropah dan Asia, sebagian besar pedagang-pedagang Arab, Persia, Turkistan, Gujarat/India dan Cina melakukan pelayaran laut terutama melalui Samudra Hindia dan Selat Malaka sejak abad ke-9 sampai 14 Masehi. Mereka giat melakukan perdagangan, serta aktif memperkenalkan agama dan kebudayaan Islam pada penduduk setempat. Di antara wilayah-wilayah yang mereka lewati menjadi pusat transaksi barang-barang dan kegiatan Islam, diantaranya Kuala Gigieng/Lheue, Nyong, Meureudu, Samalanga sampai Samudra Pasai pada abad ke-14 Masehi (Zainuddin (1961: 19).  Berdasarkan rute-rute yang dilewati oleh pedagang atau saudagar Arab, Gujarat dan Canton/Cina di kawasan Selat Malaka, telah ada orang-orang Islam di pesisir pantai dan berdomisili di mana mereka tinggal dewasa itu. Hal in...

Melihat Adat Meugoe di Pidie

Gambar
Foto : Proses seumula (tanam padi) yang dilakukan oleh para petani wanita. Masyarakat Pidie saat ini dipastikan sedang sibuk-sibuknya menghadapi musim seumula (bercocok tanam padi). Pemandangan nan indahpun terlihat mengasikkan mata bila kita memasuki pelosok Pidie, di mana orang-orang terlihat berkelompok berjejeran sedang dalam keasikannya beut bijeh dan pula padee . Pidie dan meublang atau meugoe memang tidak dapat dipisahkan. Hal ini karena sebahagian besar masyarakat Pidie memiliki kesibukan dan kehidupan ekonominya pada sektor tersebut. Bahkan, pada logo Pidie tersemat slogan “ Pangulee buet ibadat, Pang ulee hareukat meugoe ”. Ini mengartikan dalam aktivitas kehidupannya, orang Pidie sangat mengutamakan ibadah dan bertani sebagai sebaik-baik perbuatan dan sebaik-baik mata pencaharian. Oleh karena demikian, tak mengherankan, bila saat musim turun sawah tiba, khususnya ketika tiba waktu bercocok tanam padi, maka pasar-pasar di Pidie yang pada hari-hari biasanya ramai menjadi m...

Syaikh Muhammad bin Syaikh Khatib Al-Langien Asyi

Gambar
Foto : Makam Syaikh Muhammad bin Syaikh Khatib Al-Langien Asyi di Gampong Dayah Langien, Mukim Langien, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Syeikh Muhammad bin Khatib Al-Langien atau yang lebih di kenal dengan nama Teungku Ahmad Khatib Langien merupakan salah satu tokoh ulama kharismatik Aceh. Beliau juga seorang murid dari Syeikh Muhammad Ali. Sejarah mencatat bahwa Muhammad Ali adalah murid Syeikh Muhammad As’ad yang menerima tarekat syatariah dari beliau. Tariqat ini merupakan tareqat yang sudah lazim di temukan di pantai timur yang sangatlah besar pengaruhnya, beberapa penganut tarekat ini masih di jumpai hingga saat ini. Teungku Ahmad Khatib Langien juga seorang pengarang kitab yang handal. Salah satu karya beliau yang masih di baca sampai sekarang dan sudah tersebar di tingkat Asia tenggara  adalah “Dawaul Qulub”, yang diselesaikan pada tahun jiim, hari sabtu bulan Rabiul Akhir, atau sekitar tahun 1237 H/1821 M, pada masa pemerintahan Sultan Husen Alaidin Jauhar Alam syah (120...

Negeri Meureudu dan Kuta Batee

Gambar
Foto : Salah satu menara benteng Kuta Batee yang kondisinya sekarang telah rusak berlokasi di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sejak Sultan Iskandar Muda naik tahta tahun 1607, telah terjadi perubahan-perubahan besar untuk kemajuan negeri. Programnya selain menstabilkan politik juga memberi prioritas pada kemajuan perekonomian, karena dalam kenyataan bahwa sumber hasil bumi dari Aceh pada saat itu menjadi rebutan bangsa eropa. Wilayah kekuasaan kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda meliputi, sebelah timur sampai ke Tamiang dan sebelah barat sampai ke Natal, Pasaman Tiku, Pariaman, Salida dan Indra Pura hingga Semenanjung Malaka. Menurut catatan sejarah, Sultan Iskandar muda sepanjang pemerintahannya sangat mengistimewakan negeri Meureudu, pernah suatu ketika perjalanan Sultan Iskandar Muda yang mengendarai gajah atau disebut pasukan armada gajah dari Pidie menuju Malaka sampai berhari-hari tidak mau meranjak, sebelum sultan bertemu...

Syaikhuna Muhammad Syafi’i (Teungku Syik Paya Asan)

Gambar
  Foto :  Makam Syaikhuna Muhammad Syafi’i atau biasa disebut dengan lakap Teungku Syik  Paya Asan terletak di Gampong Mesjid Geuleudieng, Mukim Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Islam telah menjadi sebuah agama resmi di Kesultanan Aceh masa lalu, seperti Kesultanan Samudra Pasai, Kesultanan Perlak, Kesultanan Pedir, dan Kesultanan Aceh Darussalam. Agama ini di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari di bawah pengentrolan kesultanan sehingga Islam terefleksi dalam sistem budaya masyarakat (Said, 1961 ; 36). Dalam berbagai kajian antropologis, penduduk yang tinggal di Aceh selalu di gambarkan sebagai sebuah masyarakat yang sangat kental dengan keyakinan agama Islam (weekes, 1984 ; 21). Gambaran ini di bangun atas dasar bahwa sistem sosial dan budaya masyarakat Aceh amat di pengaruhi oleh ajaran Islam. Banyak ulama menduduki posisi strategis dan signifikan dalam struktur social kehidupan masyarakat (Gellner, 1995).   Sejak periode awal penyebaran...